Sabtu, 10 Desember 2011

Nepenthes di desa Pejem -> Belinyu

DIVERSITAS NEPENTHACEAE DI DUSUN PEJEM
DESA GUNUNG PELAWAN BELINYU

Diversity of Nepenthaceae insectivorous plants in Pejam Countryside  Gunung Pelawan Village Belinyu

Mutia Agustina, Pancawati, Agustina Sri Astuti, Lusma, Zainudin Ihsan
Mahasiswa FPPB, program studi Biologi, Universitas Bangka Belitung


ABSTRACT
Nepenthaceae in Bangka island have same kind of spesies. Nepenthes Spesies in Bangka island are  Nepenthes ampularia Jack., Nepenthes rafflesiana Jack., Nepenthes gracilis Jack., Nepenthes  reinwardtiana Miq. The unique plants are also known as insectivorous species. Field observations was conducted on November 2011. The number of population of Nepenthes ampularia Jack., Nepenthes rafflesiana Jack., Nepenthes gracilis Jack., Nepenthes  reinwardtiana Miq. as well as identification of olants associated with have been cariied out. seven transects, 20 x 20 m2.  In each transect were established, of which one transect consists of  3 small plots, is 1 x 1m, 5 x 5m, 10 x 10m.


PENDAHULUAN
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari dua pulau utama, yaitu Pulau Bangka dan Pulau  Belitung. Bedasarkan data, Pulau Bangka Belitung memiliki enam  kabupaten dengan empat kabupaten di Pulau Bangka dan dua Kabupaten di Pulau Belitung. Empat  kabupaten di Pulau Bangka yaitu, Kabupaten Bangka Induk, Kabupaten Bangka Barat, Bangka selatan, dan Bangka tengah.
Kecamatan Belinyu merupakan bagian dari Kabupaten Bangka Induk. Belinyu miliki desa yang sangat terpencil yaitu Desa Gunung Pelawan dan sebuah Dusun. Dusun Pejem adalah kawasan di Desa Gunung Pelawan yang memiliki daya tarik tersendiri dengan adanya sebuah Padang Vegetasi. Padang Vegetasi ini ditumbuhi dengan beberapa jenis tumbuhan yang mampu beradaptasi di dalamnya, salah satunya adalah family Nepenthaceae, golongan tanaman Carnivora ( pemakan daging).
Nepenthaceae merupakan tumbuhan pemakan daging, yaitu dengan memangsa serangga-serangka atau hewan lain yang terperangkap di dalam kantongnya. Penelitian tentang Nepenthaceae di Padang Vegetasi Dusun Pejem  ini belum pernah dilakukan. Harus adanya penelitian guna mendata jenis-jenis famili ini.




BAHAN DAN METODE
                                                                    
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Padang Vegetasi di Kawasan Dusun Pejem. Kawasan ini termasuk ke dalam Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Pengamatan dan identifikasi dilapangan dilakukan selama 2 hari dari tanggal 26-27 November 2011.



Cara Kerja
1.      Pengambilan Spesimen
            Metode yang dilakukan dengan membuat plot dengan ukuran 20×20m sebanyak 7 plot, sehingga luas total area pengamatan yaitu 2800 m2 dengan setiap plot dibuat subplot 1×1, 5×5, 10×10, dan 20×20. Pengambilan spesimen dilakukan dengan mendata jumlah Nepenthaceae yang ada pada setiap plot dan persubplot. Pendataan dilakukan dengan mencatat semua jenis tumbuhan yang ada disetiap petakan, seperti gelam, rumput, anggrek, dan sapu-sapu.
2.      Pengawetan Spesimen
Pengawetan dilakukan dengan menggunakan alkohol 70%. Setelah dialkoholkan specimen diletakkan disakan kayu dan diikat kemudian dijemur hingga kering.
3.      Identifikasi
Proses identifikasi dilakukan dengan mendeskripsikan semua jenis Nepenthaceae yang didapat mulai dari habitat, perawakan, akar, batang, daun, dan kantong.

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL

Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Nepenthes  sp.


1.      Nepenthes ampularia Jack.


Deskripsi
      Akar serabut. Batang berwarna coklat, tumbuh sampai 15 m. Daunnya berwarna hijau, panjang 25 cm, dan lebar 6 cm. Kantong dari ujung daun, sulur tidak lebih panjang dari 15 cm, katung bawah berukuran kecil, tidak melebihi 10 cm, tinggi 7 cm, kantung atas lebih kecil dari kantung bawah, warna bervariasi, mulai dari hijau polos sampai merah tua, kantung-kantung tumbuh bergerombolan pada batang tegak, di atas tanah, dan rawa-rawa.

Habitat : Nepenthes ampullaria  hidup di tempat lembab, hutan teduh sampai ketinggian 2100meter  di atas permukaan laut, hutan kerangas, hutan rawa gambut, dan hutan rawa yang terdegradasi, di hutan yang hangat, padang rumput, belukar, hutan sekunder, tempat terbuka dengan vegetasi berdaun kecil, dan di tanah berpasir kuarsa.

Nama Lokal : Ketuyut


Koleksi : Diambil dari padang sapu-sapu, dusun Pejem, desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka Mutia Agustina, Agustina Sri Astuti, Pancawati, Zainudin Ihsan, Lusma 01.27 November 2011.

2.      Nepenthes rafflesiana Jack.

Kantung bawah (dekat tanah)
 

Kantung atas (memanjat)


Deskripsi
Akar serabut. Batangnya berkayu, berbentuk bulat, diameter  mencapai 1 ½ cm, tumbuh dan memanjat hingga ketinggian 15 m, tumbuh di tanah lembab di bawah tajuk sedang maupun rapat, tebal 10 mm, ruas sepanjang 20 cm, sulur sampai panjang 110 cm. Daun melebar, ujung dan permukaan kasar, bagian bawah halus warna kemerahan. Kantung bersifat terrestrial, memiliki leher peristome, memanjang sampai 3 cm atau lebih,  terdiri dua macam yaitu kantung bawah dan kantung atas, kantung bawah; kantungnya bundar, gendut,  lebih pendek seperti kendi, daun dekat dengan tanah, memiliki bibir yang lebar, gigi pendek, bentuk kantung bawah bundar di bagian bawah dan silinder di bagian atas kantong, tutup kantung lebih kecil dan menjuntai kearah luar sayap kantung, sayap di bagian atas sulur, berbulu, kantung atas; bibir pada bagian depan agak naik, melebar pada bagian atasnya, berbentuk corong aatau terompet, warna kedua jenis kantung beragam, ungu tua, hijau terang dengan bercak ungu tua pada kantong bawah, krem pada kantong atas, sampai hampir putih polos, corak warna pada kantung beragam mengikuti warna bibir.


Habitat :  tumbuh di tempat terbuka, berpasir, area lembab. Bisa juga ditemukan di hutan kerangas, hutan sekunder, pingiran hutan rawa gambut, hutan tropis, dan di tebing pantai. Tumbuh  mulai dari beberapa meter di atas permukaan laut, sampai 1200 m bahkan 1500 m.

Nama Lokal : Ketuyut


Koleksi : diambil dari dusun Pejem, desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka Mutia Agustina, Agustina Sri Astuti, Pancawati, Zainudin Ihsan, Lusma 02.27 November 2011.


3.      Nepenthes gracilis  Jack.


Deskripsi
Akar serabut. Batang berbentuk segitiga, diameter kurang dari ½ cm. Daun tipis seperti kertas, tidak bertangkai, posisi duduk, bentuk lanset, ujung lancip, sulur panjang mencapai 15 cm. Kantong bulat di bagian bawah, silinder di bagian tengah, melebar kearah mulut, penutup oval, warna penutup sama dengan kantung. Pada tempat yang kurang intensitas tumbuh kerdil dan berkantung polos.


Habitat :  tumbuh di tempat terbuka, berpasir, area lembab, di hutan kerangas, hutan sekunder, pingiran hutan rawa gambut, hutan tropis, dan di tebing pantai. Tumbuh  mulai dari beberapa meter di atas permukaan laut, sampai 1200 m

Nama Lokal : Ketuyut

Persebaran : Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Sumatera), Brunei Darussalam, Malaysia (Semenanjung Malaysia, Sabah, Sarawak), Singapura, dan Thailand.

Koleksi : diambil dari dusun Pejem, desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka Mutia Agustina, Agustina Sri Astuti, Pancawati, Zainudin Ihsan, Lusma 03.27 November 2011.


4.      Nepenthes reinwardtiana Miq.


Deskripsi
Akar serabut. Batang berbentuk segitiga, diameter kurang dari ½ cm. Daun tipis seperti kertas, tidak bertangkai, posisi duduk, bentuk lanset, ujung lancip, sulur panjang mencapai 15 cm. Kantong bulat di bagian bawah, silinder di bagian tengah, melebar kearah mulut, penutup oval, warna penutup sama dengan kantung. Pada tempat yang kurang intensitas tumbuh kerdil dan berkantung polos, memiliki spot mata di dalam kantung.


Habitat : tumbuh di tempat terbuka, berpasir, area lembab, hutan kerangas, hutan sekunder, pingiran hutan rawa gambut, hutan tropis, dan di tebing pantai.

Nama Lokal : Ketuyut

Persebaran : Indonesia (Borneo, Sumatra), Semenanjung Malaysia, dan Singapura

Koleksi : diambil dari dusun Pejem, desa Gunung Pelawan, kecamatan Belinyu, kabupaten Bangka Mutia Agustina, Agustina Sri Astuti, Pancawati, Zainudin Ihsan, Lusma 04.27 November 2011.


PEMBAHASAN

Melalui petak-petak pengamatan berhasil dicatat 4 jenis tumbuhan famili  Nepenthes, yaitu Nepenthes ampularia Jack., Nepenthes rafflesiana Jack., Nepenthes gracilis Jack., Nepenthes  reinwardtiana Miq.
            Nepenthes ampularia Jack. ditemukan di luar plot 3, yaitu daerah dataran rendah, dan agak lembab, yang sangat cocok ditumbuhi oleh   jenis ini.
Dan pada Nepenthes rafflesiana Jack. hanya ditemukan pada plot 3, diluar dan di dalam plot, spesies ini memiliki 2 jenis kantung, yang pertama jenis yang tumbuh dan merambat dibawah (didekat tanah), dengan ciri-ciri marfologi; kantungnya bundar, gendut,  lebih pendek seperti kendi, daun dekat dengan tanah, memiliki bibir yang lebar, gigi pendek, bentuk kantung bawah bundar di bagian bawah dan silinder di bagian atas kantong, tutup kantung lebih kecil dan menjuntai kearah luar sayap kantung, sayap di bagian atas sulur, berbulu. Dan jenis kedua tumbuh dan merambat pada batang yang tegak, dengan ciri marfologi: bibir pada bagian depan agak naik, melebar pada bagian atasnya, berbentuk corong atau terompet. Warna kedua jenis kantung beragam, ungu tua, hijau terang dengan bercak ungu tua pada kantong bawah, krem pada kantong atas, sampai hampir putih polos, corak warna pada kantung beragam mengikuti warna bibir.
           
Nepenthes gracilis Jack. ditemukan di luar dan di dalam plot 1,2, dan 3. Pada plot 1 dan 2 adalah area yang kering dan area yang lebih tinggi dari plot 3. Jinis ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang kering maupun basa. Dan ciri marfologi jinis ini adalah; Akar serabut. Batang berbentuk segitiga, diameter kurang dari ½ cm. Daun tipis seperti kertas, tidak bertangkai, posisi duduk, bentuk lanset, ujung lancip, sulur panjang mencapai 15 cm. Kantong bulat di bagian bawah, silinder di bagian tengah, melebar kearah mulut, penutup oval, warna penutup sama dengan kantung.
Nepenthes reinwardtiana Jack. ditemukan diluar dan didalam plot 3, 4,5,6,dan 7.  Jenis ini dapat tumbuh dengan baik di daerah agak lembab tapi dapat pula tumbuh di daerah yang agak kering. Ciri marfologi jenis ini adalah Akar serabut. Batang berbentuk segitiga, diameter kurang dari ½ cm. Daun tipis seperti kertas, tidak bertangkai, posisi duduk, bentuk lanset, ujung lancip, sulur panjang mencapai 15 cm. Kantong bulat di bagian bawah, silinder di bagian tengah, melebar kearah mulut, penutup oval, warna penutup sama dengan kantung. Pada tempat yang kurang intensitas tumbuh kerdil dan berkantung polos, Dan ciri utama jenis ini adalah memiliki spot mata di dalam kantung.


KESIMPULAN

Jadi pada hutan dusun Pejam desa Gunung Pelawan  Belinyu, banyak terdapat Nepenthaceae, yang menunjukkan bahwa daerah tersebut miskin unsur hara, sehingga salah satu famili tumbuhan yang dapat bertahan di daerah tersebut adalah Nepenthaceae, yang bertahan hidup dengan cara memakan serangga untuk menghisap nitrogen yang banyak terkandung pada hewan (serangga).


DAFTAR PUSTAKA
Anonim A. 2011. Nepenthes.
http://id.wikipedia.org  [10 Desember 2011]
Anonim B. 2011.  Nepenthes reinwardtian. http://blackjungleterrariumsupply.3dcarstores.com [10 Desember 2011]
Heyne  K.  1987. Tumbuhan Berguna Indonesia II. Badan Litbang Kehutanan: Jakarta
Khulfi, L. 2011. Nepenthes. http://khulfi.wordpress.com
Pherson S.Mc. 2007. Pitcher Plants Of The Americas. Gramedia: Jakarta
Wijayani Ir. A. 2002. Budi Daya Ex-Situ Nepenthes, Kantong semar Non Eksotis. http://books.google.co.id [ 27 Desember  2011]